Tampilkan postingan dengan label Edukasia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edukasia. Tampilkan semua postingan

Mouse Shortcut pada Mozilla Firefox

mozilla shortcuts

Ketika browsing menggunakan Mozilla Firefox 3.xx sebenarnya ada beberapa shortcut yang dapat digunakan menggunakan mouse yang akan memudahkan kita menjelajahi dunia maya. Nah berikut adalah shortcut2 tersebut:

* Shift + Scroll Up : Menuju ke halaman selanjutnya.
* Shift + Scroll down : Kembali ke halaman sebelumnya.
* Ctrl + Scroll Up : Berfungsi untuk memperbesar halaman web.
* Ctrl + Scroll down : Berfungsi untuk memperkecil halaman web.
* Middle-click on Tab : Menutup Tab yang sedang aktif.
* Double-Click on Tab Bar : Membuat Tab baru dalam browser.

Siapa mau Di-Tattoo?

tattoo gallery

Tattoo? mungkin dalam benak sebagian orang Indonesia masih terlintas bayangan bahwa orang yang mempunyai tato di tubuhnya merupakan "orang bermasalah". Hal tesebut tidak bisa dipungkiri mengingat kita hidup di negara yang mempunyai dasar budaya sangat kuat. Penilaian terhadap orang lain bisa saja hanya didasarkan pada apa yang dilihat.

Saat ini banyak orang yang memiliki tato ditubuhnya, dari orang biasa sampai artis terkenal. banyak dari mereka adalah orang baik-baik yang mengekspresikan keceriaan melalui tato. mereka memandang tato sebagai suatu seni, tak bedanya seperti seni lukis di kanvas. Mungkin kita harus merevisi lagi tentang pandangan terhadap orang bertato. tato bukanlah identitas dari sifat dan perilaku seseorang.

Salah satu Desain tato yang paling populer adalah bentuk jangkar kapal, seperti milik Popeye si pelaut. saat ini desain tato sangat beragam seperti yang saya jumpai di Girly Tattoo Design dan Skull Tattoo Gallery. saking beragamnya mungkin bisa dijadikan referensi ketika anda ingin menggambari tubuh anda dengan tato. yang jelas jika anda ingin melakukannya anda harus siap dengan segala akibat yang akan terjadi, terutama pandangan orang lain.

Blog dan Angka Kredit Guru



Seperti diketahui bahwa menulis bisa menambah angka kredit untuk kenaikan pangkat seorang guru. Tulisan para guru yang dimuat di surat kabar dapat diajukan untuk mendapatkan besaran nilai tertentu. Namun agar tulisan dimuat di surat kabar adalah hal yang berat. Artikel yang ditulis harus benar-benar baik bukan saja dari segi isi tetapi juga penlisannya.

Hal yang diharapkan pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional adalah para guru mempunyai kebiasaan menulis bukan hanya untuk kenaikan pangkat saja tetapi sebagai kebiasaan. Hal tersebut memang sangat bagus tetapi sulit untuk dilaksanakan.

Blog untuk melatih
Salah satu cara yang dapat dilakukan agar guru mempunyai keahlian dalam menulis adalah melalui Blog. Dengan blog para guru bisa mengungkapkan pendapatnya secara bebas tanpa takut artikelnya tidak dimuat. Yah, memang membutuhkan sarana khusus yaitu kompter dan jaringan internet. Bagi para guru yang berada di perkotaan hal ini tidak menjadi kendala, tetapi bagi mereka yang ada di pelosok, hal ini menjadi kendala utama. Namun dengan adanya Jardiknas kendala itu mungkin sedikit teratasi.

Blog untuk dinilai
Agar tulisan para guru di Indonesia dapat direview dengan mudah oleh para penilai di “atas” sana, sarana blog bisa dijadikan salah satu alternatif pengganti surat kabar. Kenapa tidak blog menjadi salah satu cara mendapatkan angka kredit. Secara kontinyu pemerintah mereview blog para guru yang memenuhi kriteria tertentu atau selain itu pemerintah menyediakan sarana blog itu sendiri. Dengan cara ini mungkin para guru akan termotivasi untuk menulis, memberikan pendapat untuk semua pembaca dan mendapat angka kredit. Harapan lebih lanjut, dunia pendidikan di Indonesia menjadi semakin berkualitas.

Mendidik Anak Dengan Hypnoparenting

Hipnotis? Wah tentunya menarik seperti aksi Romi Rafael di reality show TV, lucu dan menghibur karena bisa mengerjai orang. Atau menakutkan karena banyak kejahatan menggunakan hipnotis seperti ilmu gendam. Dalam hal ini yang dimaksud hipnotis bukan seperti yang ada di benak kita, melainkan (singkatnya) sebuah kegiatan penyamapaian sugesti secara terus menerus yang dilakukan orang tua kepada anak.

Untuk dapat melakukan hipnoparenting, orang tua harus terlebih dulu mengolah diri seperti diantaranya jujur, menghargai, berpikir positif dan bisa memilih kalimat yang positif. Hal tersebut adalah modal dasar orang tua untuk memberikan sugesti positif kepada anak. Jika si orang tua belum benar dalam berpikir dan bertindak bagaimana bisa memasukan sugesti kepada anak, karena sugesti bukan saja berupa kata-kata namun juga berupa tindakan.

Secara bahasa ilmiah seperti tertulis di Intisari Juli 2007 arti hipnotis disini adalah merupakan "pemberdayaan energi jiwa bawah sadar dengan cara mengistirahatkan energi jiwa sadar. Tujuannya adalah menetralkan rekaman-rekaman bawah sadar yang negatif dan menanamkan rekaman baru yang positif".

Ariesandi Setyono, seorang pendiri HypnoParenting Education and Therapy Center menjelaskan secara ilmiah teori hipnotis ini. Saat kita sadar sepenuhnya seperti saat makan atau membaca blog ini, gelombang otak berada pada tingkatan beta (12-38 Hz), saat tidur tanpa mimpi berada pada delta (0,5-4 Hz), saat dihipnosis ada diantara beta dan delta yaitu theta (4-8 Hz) dan alpha (8-12 Hz). Pada kondisi theta dan alpha, perhatian tertuju pada satu titik yaitu pemberi informasi. Semua panca indera bekerja menangkap informasi yang masuk, diproses kemudian disimpan dalam memori jangka panjang.

Anak usia 0-12 tahun memiliki imajinasi yang sangat tinggi sehingga mudah untuk dimasuki sugesti positif. Namun menurut dr. Tb. Erwin Kusuma, SP.KJ (K), psikiater anak dari ProV Clinic di Jakarta mengemukakan bahwa sebelum melakukan hipnosis ini, orang tua harus mengenal betul anaknya, serta tahap-tahap pembinaanya. Tiap anak memiliki cara sendiri-sendiri, artinya jika kita punya 3 anak maka kemungkinan ada 3 cara pembimbingannya.

Lalu bagaimanakah hipnoparenting ini diterapkan? Menurut Ariesandi Setyono dalam bukunya "Hypnoparenting: Menjadi Orangtua Efektif dengan Hipnosis", menjelaskan bahwa proses interaksi anak dengan orang tua merupakan proses hipnosis. Orangtua harus berhati-hati dalam bereaksi terhadap segala tindakan yang dilakukan anak. Reaksi yang berulang-ulang sampai bertahun-tahun merupakan proses hipnosis dengan pembentukan pola tertentu. Beberapa hal yang perlu dilakukan diantaranya melakukan kontak mata ketika berbicara dengan anak, rendahkan posisi mata sejajar dengan mata anak. Hal tersebut menyiratkan bahwa keberadaan anak penting bagi orang tua dan sekaligus memancarkan energi kasih sayang orangtua untuk anak. Kontak fisik yang menunjukan kasih sayang orangtua kepada anak seperti mencium, mengelus, memeluk juga sangat penting karena anak merasa lebih dicintai.

Dalam hal komunikasi verbal, orangtua harus pandai-pandai memilih kata yang positif, misal ketika anak memiliki nilai buruk dalam mata pelajaran di sekolah, kita lebih baik mengatakan "Papa percaya kamu (atau sebut namanya) akan lebih baik dan lebih rajin lagi", daripada mengatakan "Kamu kok malas sih". Dalam proses hipnosis, anak akan menyimpan dalam alam bawah sadarnya kata-kata yang ia dengar, "malas" atau "rajin" akan memberikan pengaruh yang berbeda dalam diri anak. Memberikan ancaman kepada anak jika tidak mematuhi perintah orang tua sangat tidak dianjurkan, hal ini sedikit banyak akan menumbuhkan rasa dendam anak.

Kesiapan orangtua dalam proses hypnoparenting ini sangat mutlak diperlukan. Orang tua harus pandai-pandai mengolah rasa atau emosi sehingga pesan yang akan diterima anak merupakan pesan yang positif. Sebelum siap, Orang tua harus dihipnosis lebih dulu sehingga nantinya tidak akan menimbulkan missmessaging kepada anak.

Sumber Intisari, Juli 2007
Jika Suka Posting ini, Tambahkan ke Technorati Favorites, klik di sini.

Hidup 100%

Banyak orang ingin kesuksesan 100% dalam hidupnya, dan tidak sedikit yang memperolehnya. Banyak pendapat mengatakan bahwa sukses dicapai karena kerja keras atau bahkan sebagian mengatakan karena keberuntungan. Sebenarnya apa yang menjadi rahasianya?

Ada orang bijak yang mengilustrasikan dimana sebenarnya rahasia dari kesuksesan seperti berikut ini:

Jika:
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Sama dengan:
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 1718 19 20 21 22 23 24 25 26

maka hardwork (kerja keras)?
H+A+R+D+W+O+R+K =
8+1+18+4+23+15+18+11 = 98% saja

knowledge (pengetahuan)?
K+N+O+W+L+E+D+G+E=
11+14+15+23+12+5+4+7+5 = 96% saja

love (cinta)?
L+O+V+E=
12+15+22+5=54% saja

luck (keberuntungan)?
L+U+C+K =
12+21+3+11 = 47% saja

Lalu apa sebenarnya yang membuat hidup kita menjadi 100%?

Setiap masalah mempunyai solusi hanya jika kita merubah sikap kita.
Maka rahasia hidup 100% adalah:

Attitude (sikap)=
A+T+T+I+T+U+D+E =
1+20+20+9+20+21+4+5 = 100%

Sikap kita terhadap segala sesuatu yang kita hadapi akan sangat berpengaruh terhadap hasil yang dicapai. Maka perbaikilah sikap terhadap segala sesuatu dan kita akan memanen keberhasilan.

Hati-hati Memilih Sekolah Internasional


Sekolah Internasional? Baru mendengarnya aja kita sudah membayangkan kemewahannya dan mahalnya biaya yang harus ditanggung bagi orang tua siswa. Bagi sebagian orang tua, memasukkan anaknya ke sekolah internasional mungkin sebuah kebanggaan dan prestise tersendiri. Namun memasukkan anak ke sekolah itu apakah merupakan sebuah jaminan keberhasilan bagi masa depan anak? Jawabannya bisa iya bisa tidak. Sebelum memilih sekolah mari kita lihat kondisi yang sebenarnya tentang sekolah internasional ini.

Fakta 1.

Sekolah internasional (kita singkat SI) berarti juga memfaslitasi diri dengan pengajar dengan bahasa internasional, dalam hal ini bahasa Inggris. Agar lebih kelihatan bonafide, banyak SI (semua kali ya) mempekerjakan pengajar native speaker (kita sebut aja guru ekspat) yang berasal dari negara asing. Masalahnya, ternyata tidak semua guru ekspat tersebut punya kualifikasi sebagai seorang pengajar. Seperti apa yang dituturkan Unang(nama disamarkan) seorang alumnus perguruan tinggi swasta terkemuka di Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma, yang sekarang mengajar matematika di sebuah SI, bahwa ada guru ekspat yang bukan lulusan biologi tapi ngajar biologi di sekolah itu. Lagipula gaji guru ekspat ternyata sepuluh kali lipat guru pribumi. Lebih parah lagi ada SI yang mempekerjakan guru ekspat dari turis yang kehabisan uang, tanpa melihat kualifikasinya yang penting mau digaji murah. Di Jakarta ada SI yang ambil guru ekspat dari jalan Jaksa yang merupakan kawasan penginapan turis. Lebih parah lagi diceritakan Gene Netto (dari Selandia Baru), seorang konsultan bahasa untuk MLIC di Jakarta, pernah bertemu guru ekspat yang gak lulus kuliah dan di US profesinya sebagai disc jockey, ada juga yang cuma lulusan SMA tapi disini ngajar TOEFL, wah..wah.. jadi apa negara kita. Dia menambahkan dari 100 guru ekspat mungkin hanya 1 yang qualified sebagai guru (parah juga ya). Intinya banyaknya guru ekspat di sebuah SI hanya untuk kepentingan bisnis doang. Makanya bagi ortu jangan malu-malu lihat CV dari para pengajar, demi kebaikan anak dan kita gak rugi bayar mahal.

Fakta 2.

Masih menurut pak Gene Netto, SI di luar negeri, walau pakai bahasa asing tapi bahasa ibu tetap dipakai sedangkan di Indo bahasa ibu sedikit sekali digunakan. Kemampuan pemahaman bahasa bagi anak juga berbeda-beda, ada yang gampang paham ada yang agak lama, padahal setiap pelajaran pengantarnya pakai bahasa asing. Jadi berapa persen pemahaman anak terhadap pelajaran, ya tergantung pada kemampuan bahasanya. Parahnya lagi, jika guru ekspatnya gak dong bahasa Indo, wah ya jadi miss universe.. eh miskomunikasi, ya to. Ditambah lagi guru ekspat itu gak qualified jadi gak bisa menyampaikan pelajaran sesuai perkembangan siswa yang bahasanya aja masih a..i…u… neranginya nrocos kaya mesin sepur, ya anak kaya ndengerin suara brisik aja. Hal itu justru akan menjadi siksaan psikologis bagi si anak. Selain itu kalau tiap hari dicekoki bahasa asing, apa jadinya dengan bahasa Indo? Jangan-jangan mereka malah menganggap remeh budaya sendiri.

Menurut para pengusaha, bisnis yang sangat mengutungkan adalah bisnis pendidikan, termasuk franchise sekolah, gak pernah rugi dan break even point atau balik modalnya juga cepet. Di Indonesia apalagi, kalau namanya udah berbau-bau asing maka cepet laku kaya kacang goreng. Masalah kualitasnya, ya ada yang bagus, juga banyak yang kalah dengan sekolah negeri. Pemerintah yang seharusnya lebih ketat lagi dalam memberi izin pendirian sekolah, harus di kaji sebelum dan sesudah sekolah berdiri, jadi nggak merugikan rakyat sendiri.

Sumber Intisari, Juli 2007


Add to Technorati Favorites