Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Siapa mau Di-Tattoo?

tattoo gallery

Tattoo? mungkin dalam benak sebagian orang Indonesia masih terlintas bayangan bahwa orang yang mempunyai tato di tubuhnya merupakan "orang bermasalah". Hal tesebut tidak bisa dipungkiri mengingat kita hidup di negara yang mempunyai dasar budaya sangat kuat. Penilaian terhadap orang lain bisa saja hanya didasarkan pada apa yang dilihat.

Saat ini banyak orang yang memiliki tato ditubuhnya, dari orang biasa sampai artis terkenal. banyak dari mereka adalah orang baik-baik yang mengekspresikan keceriaan melalui tato. mereka memandang tato sebagai suatu seni, tak bedanya seperti seni lukis di kanvas. Mungkin kita harus merevisi lagi tentang pandangan terhadap orang bertato. tato bukanlah identitas dari sifat dan perilaku seseorang.

Salah satu Desain tato yang paling populer adalah bentuk jangkar kapal, seperti milik Popeye si pelaut. saat ini desain tato sangat beragam seperti yang saya jumpai di Girly Tattoo Design dan Skull Tattoo Gallery. saking beragamnya mungkin bisa dijadikan referensi ketika anda ingin menggambari tubuh anda dengan tato. yang jelas jika anda ingin melakukannya anda harus siap dengan segala akibat yang akan terjadi, terutama pandangan orang lain.

The RocketMan

Entah apa yang menjadi inspirasi seorang pria bernama Nick ini. Mungkin saja film-film seperti Iron Man atau film kartun semasa saya kecil berjudul Centurion menjadi inspirasinya. Keinginannya sungguh berani, mingkin melebihi keinginan sebagian orang.

Dengan menggunakan sayap serupa pesawat jet yang dibuat sendiri, Nick meluncur dari sebuah pesawat. Layaknya pesawat jet, ia mengarungi angkasa dengan kecepatan 186 mill/hour. Dari contoh ini kita bisa belajar bahwa cita-cita bisa diwujudkan asalkan kita mau berjuang untuk mewujudkannya. Ide tidak berarti apapun sebelum diwujudkan. So, jangan takut bercita-cita, gantungkan cita2 setinggi matahari.

Sahabat

Jangan berjalan di belakangku..
Karena mungkin aku tak bisa memimpin
Jangan berjalan di depanku..
Mungkin aku tak akan mengikuti
tetapi...
Berjalanlah disampingku..
Sebagai teman dimana kita bisa berbagi





Telkomsel nan Ramah

Belum lama ini saya harus menelpon ayahku karena ada sesuatu yang penting, tapi sebelum aku tersambung ada seorang cewek dengan ramah mengatakan,

"Pulsa anda tinggal empat ribu dua ratus, silahkan mengisi ulang.. bla..bla..bla.."
Wah sangat menjengkelkan, disaat saya tergesa-gesa harus menghubungi sesorang, ee.. masih harus menunggu juga. Saya pikir telkomsel terlalu "ramah', sehingga keramahan itu cukup mengganggu konsumen seperti saya. Jika dibandingkan dengan opertor lain mungkin telkomsel yang paling 'ramah'.

Aku sudah pakai layanan prabayar dari telkomsel sudah sejak tahun 2001 dan gak pernah ganti nomor. Aku sendiri gak tahu kenapa terlalu cinta dengan telkomsel, padahal coba anda bandingkan fasilitas dan harganya dengan operator lain. Memang dari segi sinyal telkomsel paling bagus diantara operator lain, tapi coba lihat tarif layanannya, khususnya untuk simpati, tarif untuk sms masih diatas Rp. 200,oo, sedangkan operator lain jauh di bawah itu. Tarif untuk GPRS wow.., jauh diatas yang lain Rp.12 /kb, dan sebenarnya koneksinya juga gak cepat-cepat amat, bahkan ada operator lain yang mengklaim bisa lebih cepat dari itu.

Satu-satunya alasan kenapa saya masih setia dengan telkomsel ya karena kartu yang saya pakai memiliki sejarah buatku. Orang tua tidak menganggarkan untuk membeli handphone dan kartu perdananya. Semua Anggaran hanya buat kuliah dan menunjang hidup. Untuk membeli nomor itu aku harus ambil dari tabungan yang waktu itu lumayan gede Rp. 250.000,00, cukuplah buat makan anak kost selama sebulan. Uang itu aku kumpulin dikit demi dikit dari hasil ngajar bahasa Inggris di sebuah SD (bukan privat).

Ternyata sesuatu yang didapat dari hasil perjuangan dengan memeras keringat dan membanting tulang memiliki arti yang sangat penting dan Setiap arti itu hanya kita sendiri yang bisa memaknainya.



Hal mengajar orang lain

Sebagaimana ia mengajar orang lain,
demikianlah hendaknya ia berbuat.
Setelah ia dapat mengendalikan dirinya sendiri dengan baik,
hendaklah ia melatih orang lain.
Sesungguhnya amat sukar untuk mengendalikan diri sendiri


[Sidharta Gautama]


Orang Jujur

Kata orang di jaman edan ini, dimana setan banyak bergentayangan dan mencari teman, sudah agak sulit menemukan orang yang jujur. Banyak orang memanfaatkan orang lain untuk kepentingan pribadinya. Apalagi di negeri Indonesia ini, banyak sekali bergentayangan koruptor di lembaga pemerintahan, seperti di kabinet, DPR, MPR. Berapa saja harta negara yang sudah "hilang tak berbekas" karena para punggawa negara ini. Mungkin sudah tak terhitung banyaknya kasus korupsi, sehingga banyak kasus yang tidak terselesaikan.

Pemimpinnya tidak jujur, gimana dengan rakyatnya?

Kejujuran memang suatu yang sangat berat untuk di laksanakan, apalagi kalo sudah berhubungan dengan uang, wah bakalan setan yang menang. Prinsip untuk jujur akan mudah goyah jika dihadapkan pada kertas berharga itu. Seperti yang ditayangkan di reality show tv, dari beberapa orang yang dijadikan "korban" show, ternyata hanya satu saja yang mau jujur.

Beberapa waktu hari lalu, istri saya kehilangan tas berisi uang, kartu atm, stnk dan beberapa surat berharga, kami sangat kawatir dan segera memblokir rekening. Selain itu melapor ke Polisi juga segera kami lakukan. Kami sudah berandai-andai kalau surat-surat itu tidak ditemukan, bakalan ada budget tambahan yang harus dikeluarkan.

Selang 4 hari, ternyata ada seseorang datang kerumah. Kami bertanya-tanya, siapakah orang ini dan apa keperluannya. Beliau kami persilahkan masuk, kemudian beliau mengatakan jika beberapa hari lalu menemukan tas yang jatuh di jalan, dan beliau juga segera mengeluarkan tas istri saya yang hilang dari tasnya. Karena ada kartu identitasnya maka Beliau mencari alamat di kartu itu. Alangkah terkejut dan senangnya istri saya karena tasnya bisa kembali dan ternyata isinya utuh tak ada yang kurang. Setelah itu kami berbincang dengan beliau dan kami menjadi tahu siapa beliau. Beliau adalah seorang bakul (pedagang) di pasar. Orang yang berpenghasilan jauh dari para pejabat negara ternyata justru memelihara kejujurannya.

Hal seperti di ataslah yang seharunya menjadi cermin para pemegang kuasa. Walaupun banyak pemimpin negeri ini yang tidak jujur, ternyata masih ada dan munkin masih banyak rakyat yang tidak meniru para pejabat.

Salut dan terima kasih untuk seorang "bakul pasar."