Foto Indonesia Tahun 1890 - 1940an


Iseng-iseng cari foto-foto tentang Indonesia saya menjumpai web memory.loc.gov. Disitu ada beberapa foto Indonesia lama. Foto-foto itu di ambil sekitar tahun 1890 - 1940-an oleh William Henry Jackson, fotografer dari Amerika yang masih keponakan dari Paman Sam (Samuel Wilson). Klik link ini untuk melihat biography-nya.

Jika ingin melihat koleksi foto-fotonya silahkan klik link ini. Cuma ada yang agak ganjil di foto berjudul Javanese Woman, kok lebih mirip orang china atau mongolia, gak ada jawa-jawanya sama sekali. Orang jawa jaman dulu mesti pakai kebaya dan kain, trus rambutnya pakai sanggul. Nah kalo yang ini sama sekali tidak mencerminkan wanita jawa. Tapi, koleksi yang lain sangat relevan dengan kondisi Indonesia.

Semoga saja dari foto-foto tersebut ada yang menemukan gambar leluhurnya.

5 Jurus membuat Sitemap.xml

Kata para ahli SEO (Search Engine Optimization), salah satu hal yang penting agar web kita mudah terindex search engine (khususnya Google) adalah harus ada file sitemap.xml di web kita. Nah mungkin banyak yang gak tahu (sama dong :)) gimana cara buat file sitemap itu. Nah, berhubung kita sama2 gak bisa (yang bisa diem ya) ayo ikuti jurus-jurus berikut.

Disini kita akan pakai layanan gratis dari www.xml-sitemaps.com, yang udah aku uji (kaya ahli aje ye...), hasilnya emang thok cherrr.

Jurus 1.
Klik link disini atau copy link ini www.xml-sitemaps.com pastekan di lamat browser.

Jurus2.
Ciaaaaat... masukan alamat wb kamu di Starting URL. Perlu diketahui dalam memasukan alamat harus benar termasuk pakai www atau tidak, sebab hasilnya akan berbeda.

Change frequency pilih aja daily.

Last modification bebas pilih yang mana soalnya aku gak tau fungsinya.

Priority 0.5
Jurus 3.
Klik tombol start dan tunggu sebentar, proses pembuatan dimulai.

Jurus 4
Download file sitemap.xml

Jurus 5
Upload ke root directory web anda. Selesai

Bonus Jurus:
Kalau web anda udah di verify di Google Webmaster tinggal login ke Google Webmaster dan tambahkan sitemap anda. Kalau belum ya masukkan aja, kalau belum tahu caranya mudah-mudahan suatu saat saya bisa bantu dengan buat posting tentang itu.

Sahabat

Jangan berjalan di belakangku..
Karena mungkin aku tak bisa memimpin
Jangan berjalan di depanku..
Mungkin aku tak akan mengikuti
tetapi...
Berjalanlah disampingku..
Sebagai teman dimana kita bisa berbagi





Telkomsel nan Ramah

Belum lama ini saya harus menelpon ayahku karena ada sesuatu yang penting, tapi sebelum aku tersambung ada seorang cewek dengan ramah mengatakan,

"Pulsa anda tinggal empat ribu dua ratus, silahkan mengisi ulang.. bla..bla..bla.."
Wah sangat menjengkelkan, disaat saya tergesa-gesa harus menghubungi sesorang, ee.. masih harus menunggu juga. Saya pikir telkomsel terlalu "ramah', sehingga keramahan itu cukup mengganggu konsumen seperti saya. Jika dibandingkan dengan opertor lain mungkin telkomsel yang paling 'ramah'.

Aku sudah pakai layanan prabayar dari telkomsel sudah sejak tahun 2001 dan gak pernah ganti nomor. Aku sendiri gak tahu kenapa terlalu cinta dengan telkomsel, padahal coba anda bandingkan fasilitas dan harganya dengan operator lain. Memang dari segi sinyal telkomsel paling bagus diantara operator lain, tapi coba lihat tarif layanannya, khususnya untuk simpati, tarif untuk sms masih diatas Rp. 200,oo, sedangkan operator lain jauh di bawah itu. Tarif untuk GPRS wow.., jauh diatas yang lain Rp.12 /kb, dan sebenarnya koneksinya juga gak cepat-cepat amat, bahkan ada operator lain yang mengklaim bisa lebih cepat dari itu.

Satu-satunya alasan kenapa saya masih setia dengan telkomsel ya karena kartu yang saya pakai memiliki sejarah buatku. Orang tua tidak menganggarkan untuk membeli handphone dan kartu perdananya. Semua Anggaran hanya buat kuliah dan menunjang hidup. Untuk membeli nomor itu aku harus ambil dari tabungan yang waktu itu lumayan gede Rp. 250.000,00, cukuplah buat makan anak kost selama sebulan. Uang itu aku kumpulin dikit demi dikit dari hasil ngajar bahasa Inggris di sebuah SD (bukan privat).

Ternyata sesuatu yang didapat dari hasil perjuangan dengan memeras keringat dan membanting tulang memiliki arti yang sangat penting dan Setiap arti itu hanya kita sendiri yang bisa memaknainya.